Sebagai Lulusan IT Wajib Tahu Tips Programmer ini!

Dalam era teknologi saat ini, siapa sih yang tidak kenal Bill Gates? Bill Gates adalah programmer komputer paling populer sepanjang masa, tokoh bisnis amerika, perintis PC, Investor dan seorang yang sangat dermawan. Dia adalah co-founder, ex-executive officer dan chairman Microsoft saat ini, yang merupakan perusahaan perangkat lunak komputer pribadi terbesar di dunia.

Hasil gambar untuk programmer

Jika anda mempunyai impian untuk memiliki sebuah mobil mewah atau mobil klasik dengan harga yang sangat terjangkau maka tempatnya hanya ada di lelang mobil truk jakarta

Selain menangani sisi bisnis perusahaan, Gates juga secara pribadi mengawasi setiap kode yang ditulis oleh karyawanya, sering kali memperbaiki yang dia anggap tidak tepat atau buggy. Selain keterampilan pemrogramannya, dia secara luas dipuji karena kemurahan hatinya dan perencanaan investasi yang tajam.
Cara terbaik untuk menjadi programmer adalah menulis program, dan mempelajari program hebat yang telah ditulis orang lain… [Bill Gates]
Berikut ini ada beberapa tips yang mungkin bisa dijadikan pedoman agar kita menjadi programmer se-kelas bill bates, antara lain:

  1. Berlatih dan temukan kesalahan
    Berlatihlah menulis kode program agar menjadi lebih baik, analisa kode itu dan temukan kesalahanya. Semakin sering anda menemukan kesalahan maka anda akan semakin tajam dalam menyadari sebuah kesalahan. Sehingga kedepan anda diharapkan belajar dari kesalahan dan dapat menulis kode tanpa ada kesalahan.

    Ingin brand dan produk Anda dipromosikan oleh influencer di social media? Langsung saja ke influencer marketing jakarta sekarang juga  
  2. Belajar sendiri dari website atau buku
    Cara sebagian orang agar menjadi programmer yang baik adalah membaca, membaca dari berbagai sumber website dan buku yang ditulis dari orang-orang berpengalaman.
  3. Berkaca/Refleksi
    Refleksi adalah hal yang sanagat penting, setiap kali anda memberbaiki bug dalam kode anda, anda harus melihat dan merenungkan bagaimana anda dapat menghindari kesalahan/bug di project sekarang dan project yang akan datang.
  4. Belajar dari programmer lain
    Cobalah mengerjakan proyek dari berbagai jenis proyek. Gunakan setiap proyek sebagai metode belajar, kerjakan dengan baik pada hal2 yang tidak anda kenal, karena nanti anda akan memperoleh keterampilan baru. Tanyakan pada programmer lain, tentang kode yang anda tulis. Lebih bagusnya programmer lain itu lebih senior daripada anda, sehingga nanti akan mendorong kualitas kodemu semakin baik.
  5. Buat projects opensource
    Buatlah proyek-proyek opensource di Source Forge atau Github. Dengan cara ini dapat meningkatkan kemampuan pemrograman anda. Anda diharapkan dapat berbagi dan berdiskusi tentang apa yang anda tulis dengan programmer di seluruh dunia yang tertarik dengan proyek opensource anda. Tulislah dokumentasi tentang proyek yang anda buat, ini akan membuat anda lebih paham dan mendalami tentang proyek yang anda tulis.
  6. Membaca code
    Bacalah dan pahamilah proyek-proyek opensource yang ada di Source Forge atau Github. Pahami bagaimana acara kerjanya dan temukan pola atau sesuatu yang bisa anda terapkan dalam proyek anda sendiri.
  7. Menguasai satu atau banyak bahasa program[jack of all trades, master of none]Ada 2 pilihan untuk menjadi programmer yaitu menguasai satu atau banyak bahasa pemrograman. Jika anda hanya ingin menguasi satu bahasa pemrograman maka jadilah yang terbaik di bahasa itu. Namun dapat dikatakan teknologi pemrograman terus berubah cepat, akan lebih baik menjadi multi-terampil dalam beberapa bahasa[jack of all trades, master of none]. Hal ini memungkinkan anda dapat bekerja pada banyak bahasa dan membuat anda paham perbedaan dari setiap bahasa yang anda pelajari. Tetapi dapat dipastikan bahwa anda tidak akan begitu baik dari setiap bahasa yang anda pelajari.
  8. Aktif di media sosial
    Teknologi membuat kita mudah dalam belajar, yang sebelumnya kita harus masuk kelas, sekarang untuk mencari sumber informasi bisa didapat dimanapun, bisa bertanya pada guru atau teman melalui media sosial. Gabung dan aktif pada group-group khusus yang membahas tentang apa yang sedang anda pelajari. Misalnya saat ini saya sedang belajar React Native maka saya ikut gabung group yang membahas React Native. Tak disangka Real Madrid mengalami kekalahan saat melawan Mallorca sehingga menjadi kesempatan emas bagi Barcelona untuk meraih posisi puncak,  sbobet.  
  9. Unit Test
    Dengan unit test anda akan mengetahui bahwa suatu unit program yang anda buat layak untuk dipakai atau tidak. Unit tes biasanya ditulis dan dijalankan oleh programmer untuk memastikan bahwa kode memenuhi desain dan berperilaku sebagaimana diinginkan. Tujuan dari pengujian unit adalah mengisolasi setiap bagian dari program dan menunjukkan bahwa bagian-bagian individu (unit-unit tersebut) adalah benar. Di dalam procedural programming methodology, sebuah unit adalah sebuah function atau sebuah procedure.
  10. Lakukan Code Review
    Melakukan review kode itu penting, akan menjadikan anda sebagai programmer yang berkualitas. Melalui review anda dapat meningkatkan kualitas kode anda dengan menerima saran dan kritik dari programmer lain pada saat yang bersamaan anda juga dapat membantu programmer lain meningkatkan kualitas kodenya.

  11. Ngobrol dan bersenang-senang
    Jangan lupa untuk bersosialisasi dengan orang lain, di anjurkan dengan orang yang berbeda dengan bidang anda. Karena mungkin anda akan merasa jenuh jika setiap hari membahas topik bidang yang sama.
Tak disangka Real Madrid mengalami kekalahan saat melawan Mallorca sehingga menjadi kesempatan emas bagi Barcelona untuk meraih posisi puncak,  agen bola.    
 
Itulah beberapa pembahasaan saya tentang 11 Cara Jitu Agar Jadi Programmer Se-Kelas Bill Gates , jangan lupa share siapa tahu artikel ini bermanfaat untuk teman anda.

penulis : safei muslim
Salah satu kontestan Indonesian Idol tiba-tiba menghebohkan para juri. Dia adalah Nabiella Piguna (22) asal Yogyakarta. Awalnya Nabiella mengungkapkan bahwa dirinya sangat mengagumi Maia Estianty, salah satu juri. Nabiella bercerita dia pernah mengikuti audisi Indonesian Idol tahun lalu, namun Maia memberikan no kepadanya. Baca juga: Sederet Tingkah Kocak Peserta Indonesian Idol X, Bergaya Freddie Mercury hingga Baca Puisi Saat itu, posisi Anang masih diisi oleh vokalis GIGI, Armand Maulana. Ari Lasso kemudian berujar bahwa Anang akan memberikan yes kepada Nabiella, sama seperti Armand saat itu. Nabiella mengatakan pula bahwa dia juga mengagumi sosok Anang karena suami penyanyi Ashanty itu mirip dengan ayahnya. Baca juga: Gombalan Maut Ari Lasso pada Kontestan Indonesian Idol Asal Bali "Aku nge-fans juga kok sama Mas Anang. Beneran soalnya mirip bapak aku," kata Nabiella. Setelah itu, para juri langsung menggoda Anang. Tak hanya Anang, Maia Estianty juga disebut mirip dengan ibu Nabiella. Baca juga: Wajah Mengkerut Anang, Dengar Kontestan Indonesian Idol Ini Bernyanyi "Mirip banget, orang Bunda Maia aja mirip ibu aku, swear," ujarnya lagi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anang: Berarti Dulu Ahmad Dhani Merebut Maia dari Aku?", https://entertainment.kompas.com/read/2019/10/22/104515110/anang-berarti-dulu-ahmad-dhani-merebut-maia-dari-aku.
Penulis : Ira Gita Natalia Sembiring
Editor : Andi Muttya Keteng Pangerang
ndonesia berambisi menjadi negara ekonomi digital terbesar se-Asia Tenggara pada 2025 mendatang. Namun jumlah programmer yang ada saat ini disebut masih belum memenuhi kebutuhan. Meski jumlah lulusan pendidikan vokasi maupun sarjana teknologi informatika (TI) di Indonesia cukup banyak, namun tidak sepenuhnya terserap ke industri digital dan menjadi seorang programmer. "Saya mengidentifikasi ada tiga masalah, yang pertama adalah kurikulum," jelas CEO startup developer lokal, Dicoding, Narenda Wicaksono di Jakarta, Rabu (15/5/2019). Menurut pria yang akrab disapa Naren itu, butuh waktu empat tahun bagi perguruan tinggi untuk memperbarui kurikulum, hal itu disebutnya terlalu lama, sementara teknologi berkembang sangat cepat. Dengan kondisi kurikulum yang kurang fleksibel tersebut, Naren mengatakan agak sulit menyesuaikan perkembangan dunia digital yang tiap tahun selalu berkembang. Baca juga: Katie Bouman, Programmer Wanita di Balik Foto Black Hole Kualitas pengajar TI yang belum merata juga menjadi masalah berikutnya yang harus dibenahi. Menurut Naren, masih banyak pengajar TI yang harus meningkatkan kompetensinya agar transfer ilmu ke mahasiswa lebih maksimal. Sementara itu, kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi masalah berikutnya. Naren mengatakan, kualitas input SDM di Indonesia juga belum merata. "Di Indonesia, belajar logika itu belum menjadi kewajiban, karena kebanyakan masih menggunakan sistem hafalan. Sehingga input fundamental rata-rata belum punya standar yang dibutuhkan untuk melewati kelas programming secara penuh," lanjutnya. Ketiga kendala di atas membuat ketimpangan antara kebutuhan programmer di perusahaan saat ini dan jumlah programmer yang siap dan sesuai kompetensi. 56 persen Hal itu pun diamini oleh Erma Susanti, dosen TI di Institut Sains dan Teknologi AKPRIND, Yogyakarta. Erma menambahkan selain ketiga hal tadi, kurangnya motivasi mahasiswa juga menjadi kendala. CEO Dicoding, Narenda Wicaksono di acara jumpa media di Jakarta, Rabu (15/5/2019). CEO Dicoding, Narenda Wicaksono di acara jumpa media di Jakarta, Rabu (15/5/2019).(KOMPAS.com/Wahyunanda Kusuma Pertiwi) "Sekitar 30 persen saja (mahasiwa yang punya motivasi belajar TI). Ya itu, jurusan TI itu dipikirnya cuma belajar komputer, animasi atau apa, eh ternyata di dalam belajar pemrograman, di luar ekspektasi, tapi sudah terlanjur masuk kulilah dan susah keluar," papar Erma. Menurut survei Dicoding tentang demografi developer Indonesia, hanya 56 persen lulusan TI yang berkarir sebagai developer di perusahaan. Sisanya kebanyakan bekerja sebagai developer lepas. Penelitian itu dilakukan pada bulan April lalu, melibatkan 150.000 developer TI yang tersebar di 460 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Upaya kolaboratif Fakta lain yang ditemukan, walaupun mayoritas responden merupakan lulusan TI, namun dua dari tiga responden mengaku baru "merasa" belajar programming setelah mengikuti kursus online, seperti yang diadakan Dicoding. Baca juga: Yuma, Programmer Usia 10 Tahun Asal Indonesia yang Dipuji Bos Apple Dicoding mengklaim, satu dari tiga responden merasa bahwa materi yang diberikan di kelas pemula di Dicoding hampir setara dengan materi yang mereka terima selama kuliah. "Fakta ini menunjukan bahwa perlu ada upaya kolaboratif dan kerja sama dari berbagai pihak, baik sektor industri, pendidikan, dan pemerintah untuk mengakselerasi keterampilan SDM di bidang TI di Indonesia," jelas Naren. Dicoding sendiri menawarkan pembelajaran koding secara online melalui situs dicoding.com. Ada 19 kelas berbeda yang dibagi menjadi kelas pemula hingga mahir. Beberapa kelas bisa diambil secara gratis namun ada pula yang berbayar. Materi yang disuguhkan di antaranya membuat aplikasi Android, membuat game, kotlin for Android, Blockchain, Java, Web, Chatbot, dan manajemen source code.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Masih Sedikit Sarjana TI Indonesia yang Jadi "Programmer"", https://tekno.kompas.com/read/2019/05/15/21074097/masih-sedikit-sarjana-ti-indonesia-yang-jadi-programmer?page=all.
Penulis : Wahyunanda Kusuma Pertiwi
Editor : Reska K. Nistanto

Komentar